Materi Kecakapan Antar Pesonal dan Etika Masalah, Penyelesaian,
dan Lingkungan Kerja
masalah bisa disebut sebagai :
- Sesuatu
yang membutuhkan solusi;
- Sesuatu
yang jika dibiarkan maka bisa mengganggu keberlangsungan sesuatu;
- Sesuatu
yang jika dipikirkan tanpa ada solusi, bisa bikin stress sampai bunuh
diri;
- Sesuatu
yang pasti ada solusinya walaupun tidak begitu mengenakkan.
Itulah empat poin cukup penting dalam sesuatu yang disebut
masalah. paling penting yang harus diingat adalah poin terakhir yang
menyebutkan bahwa masalah itu pasti ada solusinya.
Jenis-jenis
Masalah
Berdasarkan jenisnya, masalah dibagi menjadi dua jenis
- Masalah sederhana.
- Masalah
rumit.
Pertama tentang masalah sederhana. Jenis
masalah yang satu ini terbilang mudah untuk diselesaikan karena tidak banyak
orang atau sesuatu yang terlibat.
Kedua
masalah rumit. Jenis masalah yang satu ini biasanya terjadi karena memiliki
tingkat kompleksitas yang tinggi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab dan
solusi masalah rumit ini juga tidak sedikit. Karena itulah untuk menyelesaikan
masalah rumit memerlukan waktu dan kesabaran.
Langkah
Menyelesaikan Masalah dengan 3M
Mengidentifikasi
masalah dengan menguraikannya.
Mengidentifikasi masalah dengan menguraikannya
terlebih dahulu ini sangat penting dilakukan sebelum memberikan saran atau
komentar tentang cara menyelesaikan masalahnya.
Mengumpulkan
alternatif penyelesaian masalah
Setelah ketemu dengan sumber yang menyebabkan masalah,
langkah selanjutnya adalah mengumpulkan setiap alternatif atau kemungkinan cara
yang bisa dilakukan agar masalah terselesaikan.
Kembali ke analogi kebakaran gedung, alternatif yang bisa dilakukan misalnya :
- Pemadam
kebakaran memadamkan api dengan air yang berasal dari sumber air terdekat,
- pemadam
kebarakaran memadamkan air dengan bahan kimia khusus
- memadamkan
api dengan lumpur
- dan
alternatif lainnya
Apalagi untuk jenis masalah yang rumit, pemetaan
berbagai alternatif mesti dilakukan agar kemungkinan masalah selesai bisa lebih
tepat dan cepat.
Memilih
alternatif dan Melakukan Evaluasi
Setiap alternatif yang sudah dikumpulkan tadi proses
penyelesaian selanjutnya adalah memilih dan mengevaluasi altenatif.
Masalah yang rumit biasanya tidak cukup selesai
dengan satu alternatif saja. Karena banyak faktor yang memengaruhi masalah
tersebut, sehingga banyak juga alternatif yang mesti dilakukan.
Setiap alternatif perlu dipilih dan dicoba satu
persatu untuk mengetahui apakah berhasil atau tidak. Tidak berhasilnya
alternatif dipilih akan menjadi evaluasi khusus untuk menemukan alternatif yang
baru.
Siklusnya akan selalu begitu sampai benar-benar bertemu dengan solusi yang
tepat.
Itulah kenapa masalah yang rumit membutuhkan
kesabaran. Karena lebih banyak waktu dan alternatif yang perlu dilakukan.
Langkah
Menyelesaikan Masalah dengan BTS
Langkah penyelesaian masalah dengan 3M di atas akan
berhasil ketika rumus BTS ini juga digunakan. Apa itu rumus BTS? Berdiskusi,
Terbuka, Sepakat.
Berdiskusi
Terbuka
Diskusi akan lebih efektif ketika semua hal
disampaikan dengan penuh keterbukaan. Tidak ada yang ditutup-tutupi hanya
karena memiliki kepentingan pribadi.
Terbuka berarti membuka seluas-luasnya kritik dan saran.
Sepakat
Sepakat berarti banyak orang yang setuju dengan
alternatif yang dipilih sebagai penyelesaian masalah. baik buruknya sudah
disepakati semua pihak.
Inilah goal atau tujuan semua pemecahan masalah. di
mana terjadi kesepakatan di antara dua atau lebih pihak yang bermasalah.
Hambatan
Penyelesaian Masalah
Proses penyelesaian masalah bisa menjadi lambat atau
bahkan sampai tidak tersesaikan ketika pemecah masalah berhadapan dengan
hambatan.
Apa itu hambatan dalam penyelesaian masalah?
Singkatnya, hambatan adalah halangan atau rintangan, jika diurai lagi hambatan
bisa menjadi:
- Sesuatu
yang datang tanpa dikehendaki
- Menyebabkan
kesulitan dalam melakukan proses
- Harus
dihilangkan jika proses ingin terus berjalan
Lingkungan
Kerja
Mahasiswa yang mempelajari materi tentang masalah
dalam mata kuliah kecapakan antar personal dan etika, akan juga mempelajari
materi tentang lingkungan kerja. Karena kedua materi tersebut akan saling
berhubungan.
Definisi lingkungan kerja menurut Komarudin (2001:
87) adalah kehidupan sosial psikologi dan fisik dalam organisasi yang
berpengaruh terhadap pekerjaan karyawan dalam melakukan tugasnya.
Lebih jelas lagi, untuk mengerti tentang apa itu lingkungan kerja, seperti
biasa kita akan membaginya menjadi beberapa poin sebagai berikut :
- Terdapat
pekerja dengan jumlah yang cukup banyak.
- Adanya
target atau tugas yang harus dicapai oleh pekerja tersebut.
- Terdapat
kondisi dinamis yang memengaruhi pekerja dalam menyelesaikan tugas dan
target.
- Faktor-faktor
dari luar memengaruhi kondisi dinamis lingkungan kerja..
- Lingkungan
kerja berperan penting dalam operasi perusahaan.
- Memerlukan
pengaturan agar target operasional perusahaan tercapai.
Bisa disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan
kondisi yang berlangsung di area tempat kerja para pekerja. Kondisi tersebut
dapat memengaruhi para pekerja dalam melakukan tugasnya untuk mencapai target
operasional perusahaan.
Lingkungan kerja nantinya memerlukan pengaturan yang
baik sehingga dapat membuat operasional perusahaan berjalan dengan baik pula.
Terciptanya kondisi yang sama-sama menguntungkan untuk pekerja dan perusahaan
adalah goal utama pengaturan lingkungan kerja tersebut.
Jenis
Lingkungan Kerja
Siagian (2001:57) membagi jenis lingkungan kerja
menjadi dua yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik.
Lingkungan
kerja fisik
Fisik berarti sesuatu yang dapat dilihat, diraba dan
dirasakan. Kehadiranya seharusnya bisa membuat pekerja lebih mudah dalam
melaksanakan setiap tugas dan target yang diberikan.
Wujud lingkungan kerja fisik bisa meliputi sebagai
berikut :
- Ruang
atau gedung tempat kerja yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan
kerja. Memiliki ventilasi yang cukup untuk keluar masuk udara memiiliki
tingkat kekuatan yang baik untuk melindungi pekerja, pengaturan mesin,
meja kantor dan lain sebagainya sesuai dengan aturan kesehatan dan
keselamatan kerja. Sehingga para pekerja merasakan rasa aman ketika
melakukan tugasnya.
- Adanya
tempat istirahat yang lengkap dengan kantin serta fasilitas bersih-bersih
yang sangat mudah dijangkau oleh para pekerja.
- Terdapat
tempat untuk melaksanakan ibadah.
- Peralatan
bekerja yang sesuai standar dan cukup memadai.
- Terdapat
sarana transportasi yang disediakan perusahaan untuk memudahakan
berangkat-pulang para pekerja.
Lingkungan
Kerja non Fisik
Melakukan pekerjaan yang baik akan mudah dilakukan
ketika lingkungan kerja non fisik juga ikut mendukung. Apa saja contoh lingkungan
kerja non fisik itu?
- Perlakuan
adil atasan terhadap semua bawannya.
- Terdapat
reward untuk setiap karyawan yang melakukan prestasi dalam bekerja.
- Terdapat
punishment untuk setiap karyawan yang lalai atau melanggar aturan kerja.
- Tersedianya
pelatihan atau edukasi terhadap peningkatan kualitas kerja karyawan,
- Dan
kondisi non fisik lainnya yang tidak terlihat secara langsung.
Lingkungan kerja baik fisik maupun non fisik keduanya
sama-sama memiliki pengaruh besar dalam proses operasional perusahaan untuk mencapai
tujuan perusahaan.
Terciptanya lingkungan kerja yang kondusif adalah
masalah yang harus segera dipecahkan oleh pemangku jabatan.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Lingkungan Kerja
Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan
baik, sehingga dicapai suatu hasil yang optimal, apabila di antaranya ditunjang
oleh suatu kondisi lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan
baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal,
sehat, aman, dan nyaman.
Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat dilihat
akibatnya dalam jangka waktu yang lama. Lebih jauh lagi, Keadaan lingkungan
yang kurang baik dapat menuntut tenaga dan waktu yang lebih banyak dan tidak
mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien. Banyak faktor yang
mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja.
Berikut ini beberapa faktor yang diuraikan
Sedarmayanti (2001:21) yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi
lingkungan kerja dikaitkan dengan kemampuan karyawan, diantaranya adalah :
- Penerangan/cahaya
di tempat kerja
- Temperatur/suhu
udara di tempat kerja
- Kelembaban
di tempat kerja
- Sirkulasi
udara di tempat kerja
- Kebisingan
di tempat kerja
- Getaran
mekanis di tempat kerja
- Bau
tidak sedap ditempat kerja
- Tata
warna di tempat kerja
- Dekorasi
di tempat kerja
- Musik di
tempat kerja
- Keamanan
di tempat kerja
Berikut ini akan diuraikan masing-masing faktor tersebut dikaitkan dengan kemampuan manusia, yaitu :
1. Penerangan/Cahaya di Tempat Kerja
2. Kelembaban di Tempat Kerja
3. Sirkulasi Udara di Tempat Kerja
4. Kebisingan di Tempat Kerja
5. Getaran Mekanis di Tempat Kerja
Secara umum getaran mekanis dapat mengganggu tubuh
dalam hal :
Komentar
Posting Komentar