Manajemen Konflik dalam
Kecakapan Antar Personal dan Etika
Manajemen konflik itu apa sih?
4 poin penting yang ada di dalamnya yang berfokusnya
pada :
- Upaya yaitu bisa pengorganisasian,
pengelolaan, pengaturan, atau upaya lainnya.
- Aktor yaitu bisa solo, duo, atau tim maksudnya bisa
seorang, dua orang atau lebih, entah itu komunitas, organisasi, instansi
pemerintahan dan lain-lain.
- Sumber
daya yaitu objek berupa orang,
benda, waktu, tempat atau hal lainnya.
- Tujuan
spesifik –
Dari 4 point tersebut kita bisa ambil kesimpulan
bahwa manajemen adalah upaya seseorang atau lebih dengan melakukan pengaturan
terhadap sumberdaya yang ada untuk mendapatkan tujuan tertentu.
Apa
itu Konflik ?
4 point
penting sebagai berikut :
- Kondisi
yaitu hal yang atau situasi yang sedang terjadi tanpa keharmonisan, adanya pertentangan,
tidak adanya kesepakatan atau kesepahaman.
- Ada “Antara” yaitu terjadi tidak secara tunggal, bisa
terjadi pasti antara satu hal dengan hal lainnnya. Misal antara kamu dan
hatimu.
- Sifatnya
dinamis yaitu bisa dipengaruhi oleh
perkembangan lingkungan.
- Menimbulkan
akibat – akibat kecil seperti pertengkaran, sampai akibat besar seperti
pemusnahan.
Dari poin-poin di atas bisa kita ambil kesimpulan
bahwa konflik adalah kondisi ketika ada ketidak sepahaman di antara satu objek
dengan objek lainnya, bersifat dinamis dan berakibat pada kelangsungkan hidup
antar objek tersebut.
Manajemen
Konflik adalah:
Manajemen adalah upaya seseorang atau
lebih dengan melakukan pengaturan terhadap sumberdaya yang ada untuk mengubah
konflik menjadi manfaat.
Poin manajemen konflik
- Upaya
- Aktor
- Objek
(konflik)
- Sumberdaya
- Tujuan
Jenis
– Jenis Konflik
Sedangkan jenis konflik itu ada banyak, seperti :
- Konflik
antar individu
- Konflik
antar Kelompok
- Konflik
Kelompok dengan Individu
- Konflik
Suku, Agama, Ras
- Konflik
Sosial – Nasional
- Konflik
Internasional.
Tingkatan
Konflik dalam Manajemen Konflik
Dalam jenis konflik manapun semua terjadi berdasarkan
tingkatan-tingkatannya. Secara umum, tingkatan konflik terbagi menjadi enam
tingkatan sebagai berikut :
- Konflik
laten atau masih belum nampak kepermukaan
Konflik tingkat mirip-mirip kayak angkot yang supir angkot yang mau berhenti mendadak dan pengguna jala lainnya. Merasa tidak menganggu dirinya dan tidak ada yang tahu selain Allah subhanahuwata’ala dengan dirinya sendiri. Haha, yang diambil itu pgertiannya saja ya.
Pada tahap ini konflik masih belum terlihat oleh
siapapun. Dalam organisasi atau kelompok, setiap orang berpotensi memiliki
konflik laten.
2. Konflik yang mendahului (antecedent condition)
Pada tingkat ini, perasaan ingin melakukan sesuatu
yang berakibat pada terjadinya konflik mulai muncul. Si mamang Grab tadi dalam
hatinya jadi beneran pengen berhenti, padahal ia tahu tuh bisa aja keputusan
dia bertentangan.
Sama hal nya yang terjadi pada organisasi atau instansi pemerintahan
, di tahapan ini perbedaan tujuan mulai muncul.
3. Konflik yang dapat diamati (perceived conflicts)
dan konflik yang dapat dirasakan (felt conflict)
Akibat ada tujuan yang bertentangan itulah konflik
tingkat tiga ini terjadi. Tujuan mamang Grab dan pengendara lainnya berbeda.
Konflik ini jelas bisa kita lihat dan bisa kita rasakan bukan?
Dalam organisasi, tahapan ini terjadi di ruang rapat
ketika menyampaikan pendapat; terjadi ketika suatu kebijakan keluarkan tapi
dirasa tidak adil terhadap penerima kebijakan, dan masih ada contoh lainnya.
4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku
(manifest behavior)
Dalam tingkatan konflik yang keempat, individu atau
kelompok mulai merasakan bahwa konflik sudah terjadi, mulai dilakukan upaya
nyata untuk mempertahankan diri.
Misalnya si mamang angkot dan kang ojeg selaku pengguna
jalan lain ribut karena merasa masing-masing punya alasan.
Hal serupa juga terjadi pada kelompok atau
organisasi. Saling mengutarakan pendapat dan mengupayakan pendapatnya bisa
diterima pihak lain. Sementara tidak ada pihak yang bersepkat. Terjadilah keributan
seperti mamang angkot dan kang ojeg di jalanan.
5. Penyelesaian atau tekanan konflik
Dua hasil yang berbeda bisa saja terjadi pada tahapan
ini, selesai konflik atau justru malah lebih parah.
Konflik selesai ketika pihak yang bertikai saling
menerima, mang angkot dan kang ojeg akur. Atau lebih parah ketika keduanya
membawa masing-masing kelompok untuk ikut bertikai.
6. Akibat penyelesaian konflik
Tingkatan terakhir ketika sebuah konflik terjadi
adalah
- Positif
untuk kedua belah pihak yang berkonflik, artinya terdapat kesepakatan
setelah pertikaian.
- Negatif
untuk kedua belah pihak, konflik pun berlanjut sampai kesepakatan terjadi.
Banyak konflik
yang sudah terjadi sejak lama tapi masih belum saja usai sampai sekarang.
Seperti misalnya konflik yang terjadi antara penduduk
Palestina dengan seluruh dunia yang tidak menganggapnya, tidak berupaya
menyelamatkan mereka dengan sebaik-baiknya upaya.
Bagaimana
Orang Menerima Konflik?
Tentang bagaimana orang bersikap dalam menghadapi
konflik disebut dengan gaya manajemen konflik. Menurut teori grid yang
disampaikan Keneth W Thomas dan Ralp W Kilmann membagi manajemen konflik
menjadi dua sisi.
Pertama disebut dengan memuaskan orang lain atau
kooperatif sisi lainnya disebut dengan memuaskan diri sendiri atau assertif.
Selanjutnya kedua sisi dikembangkan menjadi 5 Gaya
manajemen konflik sebagai berikut :
- Kompetisi
Gaya ini orientasinya pada kepuasan diri sendiri dan
ingin mengungguli lawan dalam berkonflik. Seseorang akan rela melakukan apapun,
sebarapa biaya pun untuk mendapatkan kemenangan ketika berkonflik dengan
lawannya.
Asertif tinggi dengan kooperatif rendah.
2. Kolaborasi
Jelas sekali seperti namanya gaya yang satu ini
sangat kooperatif dan assertif. Di mana seseorang akan bekerjasama dengan lawan
untuk menyelesaikan konflik. Mencari solusi bersama untuk kepuasan bersama
pula. Kepuasan yang didapat adalah kepuasan bersama.
Koperatif tinggi dengan assertif tinggi.
3. Kompromi
Hampir mirip dengan kolaborasi di mana keduanya akan
sama-sama menginginkan kepuasan lalu dicarilah titik tengah sebagai jalan
keluar konflik yang terjadi. Bedanya adalah kepuasan yang mereka dapatkan hanya
setengah-setengah saja.
Satu pihak memnberikan kepuasan kepada pihak lain
untuk mencapai titik tengah. Asertif sedang koperatif sedang.
4. Menghindar
Kedua belah pihak yang berkonflik memilih untuk
menjauhkan diri agar tidak terlibat. Upaya yang dilakukan selain menghindari
konflik yaitu menundanya.
Kooperatif rendah assertif rendah.
5. Mengakomodasi
Ketika tingkat kooperatif seseorang tinggi dan tidak
terlalu memedulikan kepentingan diri sendiri maka gaya manajamen konflik yang
tampil adalah mengakomodasi atau mementingkan kepuasan orang lain daripada
dirinya sendiri.
Ada yang bisa memberikan contoh untuk setiap
masing-masing gaya manajemen konflik?
Bagaimana
Cara Orang Menyelesaikan Konflik?
Setidaknya ada enam prosedur umum yang biasa
digunakan orang berkonflik untuk menyelesaikan konfliknya. Ada apa saja?
- Lumping
it
Penyelesaian pertama ini terjadi ketika salah satu
pihak konflik telah gagal melakukan tuntutan. Keduanya lalu seolah melupakan
atau mengabaikan konflik yang terjadi lantas kembali melakukan hubungan yang
baik.
- Avoidance
or Exit
Konflik ditinggalkan begitu saja karena salah satu
pihak atau keduanya merasa tidak memiliki kekuatan atau upaya lain untuk
memenangkan konflik.
Hal ini bisa disebabkan oleh faktor ekonomi atau
psikologis.
- Coersion
Seperti gaya manajamen konflik nomor empat,
penyelesaian konflik yang satu ini mengutamakan kepentingan orang atau kelompok
lain ketimbang dirinya sendiri.
- Negotitation
Seperti namanya, antara pihak berkonflik akan
mengadakan negosiasi secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga. Hasil yang
didapat pada penyelesaian konflik dengan cara negosiasi biasanya adalah win-win
solution atau solusi yang memenangkan keduanya.
- Conciliation
Penyelesaian konflik conciliation ini didasarkan dari
pihak lain yang peduli terhadap konflik. Merasa ingin menyelesaikan konflik
yang terjadi di antara pihak yang berkonflik dengan mengajak mereka melihat
konflik bersama untuk menyelesaikannya.
- Mediation
Pihak ketiga memiliki kuasa untuk melakukan
intervensi atau memengaruhi pihak yang berkonflik untuk melakukan penyelesaian.
Hasil dari penyelesaian yang diterima oleh kedua belah pihak disebut arbitrase.
Komentar
Posting Komentar