Materi KAP – Motivasi, Komunikasi dan Kepemimpinan

Keterampilan antar personal yang perlu ada dalam seseorang selanjutnya adalah tentang motivasi, komunikasi dan kepemimpinan. Tiga hal yang jelas memiliki perbedaan namun terdapat satu  persamaan.Persamaan tersebut adalah sama-sama ada dalam diri kita masing-masing, bisa dipelajari dan diasah.

Apa itu Motivasi?

       Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai – nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu dalam mencapai tujuan.

Dasarnya, motivasi berasal dari bahasa Inggris motivation yang artinya dorongan. Dorongan untuk melakukan suatu tujuan tertentu. Di tempat asalnya, motivasi ini mengarah kepada kebaikan.

Sedangkan di tempat kita, media sering menyalah artikan motivasi dengan sesuatu yang mengarah kepada bukan kebaikan. Misalnya ada berita yang menjelaskan bahwa seorang melakukan perampokan karena termotivasi film Money Heist.

Jenis Motivasi

Berdasarkan jenisnya, motivasi bisa kita kategorikan berdasarkan dari mana ia datang. Yaitu :

Motivasi intrinsik ialah suatu keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu disebabkan faktor dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang tanpa adanya pengaruh orang lain karena adanya hasrat untuk mewujudkan tujuan tertentu.

Motivasi ekstrinsik ialah suatu keinginan seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu yang disebabkan oleh faktor dorongan dari luar diri seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang menguntungkan dirinya.

Teori-teori Motivasi

Beberapa teori motivasi yang mudah kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :

  • Teori Maslow (Kebutuhan)

Dari teori ini kita belajar bahwa seseorang akan melakukan sesuatu ketika ia merasa membutuhkan sesuatu. Setiap kebutuhan akan ia kejar lalu ia dapatkan.

Setelahnya ia akan mengejar kebutuhan ke dua, ke tiga dan kebutuhan lainnya. Dorongan untuk melakukan sesuatu tersebut muncul karena individu membutuhkan sesuatu, karenanya ia merasa perlu untuk bekerja keras atau melakukan upaya lainnya.

  • Teori Harapan

Teori ini berasal dari dorongan seseorang terhadap harapan-harapan yang dirasa akan membuat seseorang tersebut puas. Misalnya harapan Fauzi agar bisa meminang kekasih hati, sehingga Fauzi merasa terdorong untuk mengupayakan segala hal untuk dia.

  • Teori prestasi

Tidak jauh berbeda dengan teori-teori sebelumnya. Teori prestasi ini mengatakan bahwa seseorang bisa terdorong melakukan sesuatu karena akan mendapatkan prestasi. Misalnya Cinta dan Rangga yang berlomba belajar terus-terusan agar mendapatkan rangking pertama.

Fungsi Motivasi

  • Untuk menentukan arah langkah
  • Untuk memutuskan sesuatu
  • Untuk memilih sesuatu
  • Untuk tetap semangat ketika melakukan sesuatu
  • Untuk mendapatkan sesuatu

Apa Itu Komunikasi

Komunikasi berasal dari bahasa  latin communicare atau communis yang memiliki definisi menjadikan milik bersama. Artinya seseorang berupaya melakukan atau menyampaikan sesuatu agar orang lain menjadikan apa yang jadi milik kita, menjadi miliknya juga.

Singkatnya komunikasi versi latin ini berarti menyampaikan sesuatu agar orang lain juga mengerti apa yang disampaikan.

Beda dengan latin, kita bisa mengartikan komunikasi sebagai proses di antara satu atau lebih orang di mana mereka akan saling bertukar informasi agar tetap terhubung.

Komunikasi bisa berupa lisan, tulisan, isyarat, sandi atau informasi lain yang bisa menghubungkan satu orang dengan orang lainnya.

Jenis Komunikasi

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktivitas hubungan antara manusia atau kelompok .Jenis komunikasi terdiri dari :

Komunikasi verbal dengan kata-kata. Mencakup aspek-aspek berupa ;

  • Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
  • Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya  bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proporsional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
  • Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan  satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
  • Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
  • Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata  dan komunikasi non verbal memberikan arti  pada komunikasi verbal.

Yang termasuk komunikasi non verbal :

  • Ekspresi wajah

Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.

  • Kontak mata,

Merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinteraksi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan  bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata  juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya

  • Sentuhan

Adalah bentuk komunikasi personal  mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan  seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang  atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.

  • Gestur tubuh dan gaya berjalan.

Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.

  • Sound (Suara).

Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan  perasaan  dan pikiran  seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi  non verbal lainnya  sampai desis  atau suara  dapat menjadi pesan yang sangat

  • Gerak isyarat,

adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan  selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan  stres  bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stres.

Bentuk Komunikasi

Komunikasi  sebagai proses memiliki bentuk ,yaitu :

Komunikasi langsung

Komunikasi langsung tanpa menggunakan alat. Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat, misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang di hadapan kita.

Komunikasi tidak langsung

Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.

Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya.”

Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :

Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.

Komunikasi massa yang baik  harus :

  • Pesan disusun  dengan jelas, tidak rumit  dan tidak bertele-tele
  • Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
  • Bentuk gambar yang baik
  • Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)

Komunikasi kelompok

Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

Komunikasi perorangan.

Adalah  komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

  • Komunikasi satu arah

Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.

  • Komunikasi timbal balik

Pesan disampaikan kepada sasaran  dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya  komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.

Apa itu Kepemimpinan

 

Kepemimpinan adalah sebuah kekuatan atau kemampuan yang ada di dalam diri seseorang. Sikap kepemimpinan tersebut digunakan ketika memimpin.

Salah satu pengaruh yang ditimbulkan dati sikap kepemimpinan tersebut adalah dapat mempengaruhi seseorang. Pengaruh yang diberikan ini dimaksudkan di dalam sebuah pekerjaan atau organisasi. Hal itu dikarenakan umumnya sikap kepemimpinan dibutuhkan seseorang dalam memimpin sebuah pekerjaan atau organisasi.

Aspek Penting Kepemimpinan

Aspek penting di dalam sebuah kepemimpinan tercantum di dalam buku yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2009). Buku tersebut karya dari Edy Sutrisno. Dijelaskan bahwa kepemimpinan memiliki tiga aspek penting, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Seorang pemimpin harus melibatkan orang lain

Orang lain yang dimaksud di sini adalah sebagai pengikut, bawahan, atau anggota-anggota kelompok. Kesediaan dari anggota kelompok dalam menerima sebuah arahan dari pemimpin tentu akan membantu. Melalui hal tersebut, akan membantu menegaskan status pemimpin.

Selain itu, akan memungkinkan terjadinya sebuah proses kepemimpinan. Tanpa adanya bawahan atau anggota, semua sikap dan sifat dari kepemimpinan seorang pemimpin menjadi tidak relevan.

  • Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan

Aspek kedua, kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan para anggota kelompok. Maksud dari aspek ini adalah anggota kelompok tetap memiliki kuasa di dalam sebuah organisasi. Mereka dapat membentuk kegiatan kelompok melalui berbagai cara. Akan tetapi, kekuasaan dari pemimpin organisasi cenderung akan lebih tinggi, jika dibandingkan dengan anggota kelompoknya.

  • Kepemimpinan sebagai kemampuan dalam menggunakan kekuasaan

Aspek ketiga dari kepemimpinan adalah sebagai kemampuan dalam menggunakan berbagai bentuk kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin umumnya akan digunakan dalam memengaruhi perilaku anggota kelompoknya. Hal itu dilakukan melalui sejumlah cara.

Pada dasarnya, para pemimpin akan memengaruhi para anggota kelompoknya. Supaya anggota kelompok dapat melakukan pengorbanan secara pribadi. Pengorbanan tersebut digunakan demi tujuan organisasi. Oleh karena itu, para pemimpin diharapkan memiliki kewajiban khusus dalam mempertimbangkan etika, saat akan mengambil sebuah keputusan.

Teori Kepemimpinan

  1. Great Man Theory

Great Man Theory yang dikenal sebagai teori orang hebat ini berkembang sejak abad ke-19. Teori ini membuat asumsi mengenai sifat kepemimpinan dan bakat kepemimpinan. Teori ini menyebutkan bahwa hal-hal tersebut dibawa seseorang sejak orang itu dilahirkan.

Meskipun tidak dapat diidentifikasi dengan sebuah kajian ilmiah mengenai karakteristik serta kombinasi manusia seperti hal apa yang bisa dikatakan sebagai pemimpin yang hebat, tetapi sudah banyak orang mengakui bahwa hanya satu orang di antara banyak individu, pasti memiliki ciri khas sebagai seorang pemimpin yang hebat.

  • Teori gaya dan perilaku

Teori kepemimpinan berdasarkan gaya dan perilaku ini disebut sebagai kebalikan dari teori orang hebat atau great man theory. Teori berdasarkan gaya dan perilaku ini menyatakan bahwa pemimpin yang hebat itu dibuat. Teori ini menjelaskan bahwa pemimpin yang hebat itu bukan berasal sejak mereka dilahirkan.

Teori kepemimpinan ini memfokuskan pada tindakan dari seorang pemimpin. Vulkan pada kualitas sifat, mental atau karakter bawaan dari orang tersebut. Teori gaya dan perilaku ini juga menyebutkan bahwa seseorang dapat belajar serta berlatih menjadi pemimpin.

  • Trait Theory

Trait Theory juga sering disebut sebagai teori sifat kepribadian. Teori ini meyakini bahwa seseorang yang dilahirkan atau dilatih menggunakan sebuah kepribadian tertentu, maka mereka akan menjadi unggul dalam peran kepemimpinannya.

Hal tersebut dapat diartikan sebagai kualitas kepribadian tertentu. Contohnya seperti kecerdasan, keberanian, kecakapan, pengetahuan, imajinasi, daya tanggap, kreativitas, fisik, disiplin, rasa tanggung jawab dan nilai-nilai lainnya yang membuat seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik.

Teori kepemimpinan ini memfokuskan pada analisis karakteristik fisik, mental dan sosial. Gunanya adalah untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengetahuan serta pemahaman mengenai karakteristik dan kombinasi karakteristik yang umum di antara pemimpin-pemimpin.

  • Behavioral Theories

Teori kepemimpinan behavioral theories ini adalah reaksi dari trait theory. Behavioral theories atau teori perilaku ini menghadirkan sudut pandang yang baru mengenai kepemimpinan. Daripada karakteristik fisik, mental dan sosial dari seorang pemimpin, teori ini memberikan perhatian pada perilaku para pemimpin itu sendiri.

Teori ini juga menganggap bahwa keberhasilan seorang pemimpin akan ditentukan dari perilakunya. Seperti perilaku dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan. Serta perilaku tersebut juga dapat dipelajari atau dilatih.  Selain itu, teori ini juga menganggap bahwa kepemimpinan yang terbilang sukses adalah yang didasarkan pada perilaku yang bisa dipelajari.

  • Contingency Theory

Contingency theory menganggap bahwa tidak ada acara yang paling baik untuk menyatakan dan memimpin. Teori ini menganggap bahwa setiap gaya kepemimpinan harus didasarkan pada kondisi dan situasi tertentu. Atas dasar teori kontingensi ini, seseorang akan mungkin dapat berhasil tampil dan memimpin, dengan sangat efektif pada situasi, kondisi dan tempat tertentu.

Akan tetapi, kinerja kepemimpinan juga berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Apabila pemimpin tersebut dipindahkan ke kondisi dan situasi lain, atau ketika faktor-faktor di sekitarnya juga telah berubah pula. Contingency Theory atau teori kontingensi ini juga sering disebut dengan teori kepemimpinan situasional.

  • Teori Servant

Teori kepemimpinan selanjutnya adalah teori servant. Dalam bahasa Indonesia, disebut sebagai pelayan. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970 an. Teori ini meyakini bahwa seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bertugas melayani, menjaga serta memelihara kesejahteraan fisik dan mental para anggota atau pengikutnya.

Gaya kepemimpinan ini cenderung terfokus untuk memenuhi kebutuhan dari pengikutnya. Serta membantu mereka untuk menjadi lebih mandiri dan berwawasan yang lebih luas. Pada teori inim pemimpin yang baik diharuskan memiliki simpati. Selain itu, dapat meredakan kecemasan yang dirasa berlebihan dari anggotanya.

Oleh karena itu, fungsi kepemimpinan diberikan pada seseorang yang pada dasarnya memiliki jiwa melayani atau pelayan. Teori ini menunjukkan bahwa tugas seorang pemimpin untuk berkontribusi dalam kesejahteraan orang lain. Hal itu adalah bentuk dari pertanggungjawaban sosial.

  • Teori transaksional

Transaksional berasal dari kata dasar transaksi. Teori ini menggambarkan sebuah gaya kepemimpinan yang berdasar pada perjanjian atau kesepakatan. Perjanjian atau kesepakatan tersebut dibuat seseorang dengan orang lain.

Dalam hal ini, tentu yang menjadi pelaksana adalah pemimpin dan staf atau anggotanya. Perjanjian tersebut dibuat dengan tujuan mendapat pertukaran atau transaksi yang sepadan. Atau saling menguntungkan di antara pemimpin dan stafnya.

Seorang staf yang dapat melaksanakan tugas dari seorang pemimpin dengan baik, adalah nilai yang lebih. Baik untuk staf maupun untuk pemimpin yang telah memberikan tugas tersebut. ketika tugas itu diselesaikan dengan baik, maka seorang pemimpin akan memberi apresiasi.

Bentuk apresiasinya bisa beragam, seperti kenaikan gaji, tunjangan, bonus, kenaikan posisi dan lain sebagainya. Pemberian apresiasi berupa yang atau tanda mata yang lain adalah bentuk penghargaan atas kinerja seseorang. Hal itu akan membuat seseorang tersebut merasa kerja kerasnya dihargai. Penghargaan ini juga termasuk suatu bentuk yang sudah disepakati sebelumnya.

  • Teori transformasional

Teori ini mengacu pada kata transformasi, kata tersebut memiliki arti umum perubahan. Teori kepemimpinan transformasional adalah sebuah teori yang mengarahkan pada istilah “memanusiakan manusia”. Teori ini mengedepankan pendekatan personal pemimpin dengan bawahannya atau organisasi.

Hal itu dilakukan dalam rangka mengubah kesadaran, membangun semangat serta memberi inspirasi. Dilakukan demi mencapai tujuan bersama, tanpa merasa ditekan atau tertekan. Bahkan, mampu memberikan motivasi pada setiap anggotanya.

Gaya kepemimpinan transformasional selalu ingin mengelola lembaga atau organisasi yang dipercayakan pada orang tersebut dengan lebih efisien dan efektif.

Itulah penjelasan mengenai apa itu kepemimpinan, aspek-aspek kepemimpinan dan teori-teori kepemimpinan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, maka sikap kepemimpinan harus ditanamkan dan dibentuk. Melalui pengalaman, pelatihan dan cara-cara lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISATA ALAM ,CAMPING ASIK DI CAMP BRAVO DENGAN NUANSA PEDESAAN

It's Me Eneng Asmaranti